MOJOKERTO, 9 Mei 2026 – Proyek pembangunan fasilitas wisata Desa Mlaten, Kecamatan Puri, yang dibangun dengan nilai anggaran mencapai milyaran rupiah, kini menjadi sorotan tajam warga dan pengamat. Bangunan yang seharusnya menjadi ikon pariwisata dan sumber ekonomi warga itu justru terbengkalai, mangkrak, dan diduga sejak awal dikerjakan secara asal-asalan tanpa perencanaan dan pengawasan yang baik.
Warga Desa Melatan menyayangkan kondisi tersebut. Dana besar yang seharusnya menjadi modal memajukan desa dan menyejahterakan masyarakat, kini terbuang percuma begitu saja. “Sangat disayangkan, uang rakyat milyaran rupiah habis, tapi hasilnya bangunan kosong yang tidak terpakai. Dibangunnya pun terlihat asal jadi, tidak rapi, dan sekarang rusak tidak terawat,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi bangunan yang terbengkalai ini pun langsung disoroti oleh Ketua Umum Yayasan Badan Hukum (YBH) Jalasutra, Edy Kuswadi, SH. Ia menilai proyek ini sangat merugikan keuangan daerah maupun hak rakyat. Menurutnya, dana sebesar itu seharusnya bisa dialokasikan untuk program yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas, bukan berakhir menjadi bangunan tak berguna.
“Kami sangat menyoroti kasus ini. Dana milyaran rupiah itu adalah uang rakyat, seharusnya mampu mensejahterakan, membuka lapangan kerja, dan memajukan ekonomi desa. Tapi fakta di lapangan menunjukkan proyek ini mangkrak dan asal-asalan. Ini ada kejanggalan yang harus dibongkar,” tegas Edy Kuswadi.
Edy Kuswadi SH, menegaskan tidak akan membiarkan hal ini berlalu begitu saja. Ia berjanji akan membawa kasus proyek mangkrak Desa Mlaten ini ke Inspektorat Kabupaten Mojokerto untuk dilakukan audit mendalam, penelusuran penggunaan anggaran, serta pemeriksaan kewajaran pelaksanaan pembangunan.
“Kami akan lapor dan minta Inspektorat melakukan audit lengkap. Siapa yang bertanggung jawab, bagaimana aliran dananya, dan kenapa hasilnya seperti ini. Jika ditemukan penyimpangan, kami akan dorong agar diproses sesuai hukum yang berlaku, agar kasus serupa tidak terulang lagi dan uang rakyat tidak dinikmati oknum tertentu,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Desa Mlaten maupun Kecamatan Puri terkait nasib proyek tersebut. Warga berharap adanya kejelasan dan tindakan tegas, agar kerugian negara dan masyarakat bisa dipertanggungjawabkan. (riant)







