Sekolah Rakyat adalah Program prioritas presiden republik Indonesia untuk mencetak generasi emas dan mempunyai slogan “Stop kekerasan terhadap anak” kini di cederai oleh salah satu oknum keamanan dengan menganiaya siswa SMP menggunakan gagan sapu.
Fatir yang mengalami penganiayaan harus dibawah kerumah sakit untuk melakukan pengobatan karena luka memar di bagian punggung akibat pukulan yang menggunakan kayu gagan sapu ijuk.
Akibat mengalami penganiayaan, kini Fatir takut masuk sekolah karena trauma, sejak tanggal kejadian 03/04/2026 hingga saat ini ia masih tidak mau masuk sekolah karena takut.
Setelah dikonfirmasi, pihak sekolah membenarkan kejadian tersebut dan hanya menyelesaikan dengan mendatangi rumah orang tua murid hanya melakukan minta maaf.
Menurutnya, “Dengan adanya kejadian ini Kami akan berusaha menyelesaikan masalah ini secara baik baik dan berkomunikasi dengan bersama orang tua siswa” ,ungkap kepala asrama sekolah rakyat melalui chat via WhatsApp.
Menanggapi hal tersebut, Gerakan Rakyat Dan Mahasiswa Indonesia (GERAK MISI) akan melakukan aksi unjuk rasa didepan Sentral Wira Wijaya agar mencopot kepala sekolah rakyat dan mengganti seluruh keamanan di sekolah rakyat Salodong.










