Mojokerto – Sebuah video yang memperlihatkan aliran air berwarna keruh dan berbusa putih diduga limbah pabrik pemotongan ayam kembali menjadi sorotan publik. Video yang diunggah oleh akun Facebook bernama wisnuferdiansyah ini menunjukkan air kotor mengalir deras dari pipa pembuangan langsung ke sungai, dan kini viral di media sosial.
Dalam unggahannya, pemilik akun juga menuliskan kritik tajam, “Limbah potong ayam di desa Watesnegoro dsn Glatik kec Ngoro kab Mojokerto semakin siippp. Tanpa ada teguran dr desa setempat. Pihak terkait yg dr lingkungan hidup???” Tulisan tersebut semakin memicu kemarahan dan keprihatinan warganet.
Lokasi kejadian berada di Dusun Glatik, RT 05 RW 02, Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Dalam rekaman tersebut, terlihat jelas air yang keluar memiliki tekstur berbusa dan warna yang tidak wajar, diduga merupakan sisa proses pemotongan hewan yang dibuang langsung ke badan air tanpa melalui pengolahan yang memadai.
Air yang mengalir tersebut terlihat menumpuk dan menyebar di permukaan sungai, menciptakan lapisan buih yang mencurigakan. Kondisi ini diduga sudah berlangsung cukup lama namun baru kini menjadi perbincangan luas setelah terekam dalam video dan disebarkan ke dunia maya.
Unggahan tersebut pun langsung menuai ratusan tanggapan dan komentar dari warganet. Banyak netizen yang menyayangkan kondisi tersebut dan meminta pihak berwenang segera turun tangan untuk menindaklanjuti.
“Kasihan warga sekitar, pasti baunya tidak tertahankan. Pemerintah daerah harus tegas,” tulis salah satu warganet. Yang lainnya menambahkan, “Ini bahaya sekali untuk lingkungan dan sumber air. Kenapa dibiarkan begitu saja?” Banyak yang menagih janji dan kepedulian dari instansi terkait agar masalah ini segera diselesaikan.
Tidak hanya di media sosial, keluhan juga datang langsung dari warga sekitar yang merasakan dampaknya setiap hari. Salah satu warga Dusun Glatik yang rumahnya hanya berjarak sekitar 100 meter dari lokasi pembuangan, berinisial MW, mengaku sangat terganggu dengan kondisi tersebut.
“Kebetulan rumah saya dekat dengan aliran sungai, setiap hari baunya sangat menyengat. Sangat mengganggu aktivitas dan kenyamanan kami sehari-hari. Apalagi kalau angin bertiup, baunya sampai masuk ke dalam rumah,” ungkap MW saat ditemui di lokasi.
Warga juga mengaku khawatir akan dampak jangka panjang terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak dan lansia, serta kerusakan ekosistem sungai yang kemungkinan besar sudah tercemar berat.
Menanggapi hal ini, warga meminta agar instansi terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mojokerto, untuk segera turun langsung ke lokasi. Mereka berharap adanya pemeriksaan mendalam terkait kualitas air sungai dan sampel limbah yang dibuang tersebut.
Warga juga menuntut adanya tindakan tegas dan hukum terhadap pihak pengelola pabrik yang terbukti melanggar aturan pengelolaan limbah. Mereka berharap pencemaran ini tidak terus berlanjut dan merusak lingkungan serta membahayakan kesehatan masyarakat sekitar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi maupun tanggapan dari pihak pengelola pabrik maupun instansi terkait terkait sumber dan penanganan limbah tersebut. Warga berharap segera ada langkah nyata dari pemerintah daerah untuk menyelesaikan persoalan lingkungan yang sudah mengganggu ini. (hr)










