TIB Desak Kapolda Sulsel Copot Kapolsek Tamalate Terkait Kaburnya Tersangka Curanmor

Makassar – Toddopuli Indonesia Bersatu (TIB) menuntut evaluasi total dan pencopotan Kapolsek Tamalate setelah seorang tersangka sindikat curanmor berinisial F (25) berhasil melarikan diri dari tahanan saat proses pemeriksaan.

Kronologi Penangkapan dan PelarianPeristiwa ini bermula ketika tim gabungan yang terdiri dari Opsnal Gegana Satbrimob, Resmob Polda Sulsel, dan Resmob Polsek Tamalate berhasil meringkus seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) bernama Fajrin (25).

Penangkapan dilakukan pada Rabu, 06 Mei 2026, pukul 00.55 WITA di Jalan Muhammad Tahir Lorong 7, Kecamatan Tamalate, Makassar.

Dalam operasi tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti dari tangan pelaku.

Pasca penangkapan, tim gabungan menyerahkan tersangka ke Polsek Tamalate untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Namun, setelah empat hari berada dalam pengawasan pihak Polsek, tersangka Fajrin dilaporkan berhasil melarikan diri pada Minggu, 10 Mei 2026.

Ironisnya, pelarian tersebut terjadi saat tersangka tengah diambil keterangannya oleh penyidik.

Toddopuli Indonesia Bersatu (TIB)Menanggapi insiden memalukan tersebut, Presiden Toddopuli Indonesia Bersatu (TIB), Syafriadi Djaenaf Daeng Mangka, angkat bicara.

Ia pun mendesak Bid Propam Polda Sulsel untuk segera melakukan pemeriksaan intensif terhadap jajaran Polsek Tamalate.”Sangat tidak logis dan memprihatinkan jika seorang tersangka bisa melarikan diri begitu saja saat proses pengambilan keterangan.

” Ini menunjukkan adanya kelalaian prosedur yang fatal di tingkat polsek,” ujar Daeng Mangka.

Ia bahkan menyindir lemahnya pengamanan tersebut dengan nada sarkasme. “Sudahlah, hentikan drama seperti ini. Kejadian ini justru terlihat konyol, mirip alur film komedi Dono, Kasino, dan Indro (Warkop DKI),” tambahnya.

Atas dasar kelalaian tersebut, TIB meminta Kapolda Sulawesi Selatan untuk mengambil tindakan tegas demi menjaga marwah institusi kepolisian.”Kapolda harus segera turun tangan dan mengambil tindakan nyata.

Aparat yang tidak mampu menjaga integritas dan keamanan tahanan seperti ini tidak layak lagi diberikan kepercayaan mengemban jabatan. Kami meminta Kapolsek Tamalate segera dicopot dari posisinya,” pungkas Daeng Mangka dengan tegas.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *